Thursday, January 5, 2017

Mencari Beasiswa ke Jerman

Mahalnya biaya kuliah di luar negeri membuat kita mencoba mencari sokongan dana demi menyukseskan kegitan perkuliahan kita. Bagi para calon pelajar dari Indonesia yang ingin mencari beasiswa kuliah ke Eropa (S1,S2,S3) setidaknya ada 2 macam beasiswa yang populer, yaitu LPDP dan Erasmus Mundus. LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) adalah lembaga beasiswa yang sudah banyak membantu mendukung para pelajar Indonesia untuk mencari beasiswa dan Erasmus adalah lembaga dari Eropa yang membantu para pelajar seluruh dunia untuk bisa berkuliah di Eropa.

Karena peminatnya sangat banyak, untuk bisa lolos seleksi LPDP maupun Erasmus dibutuhkan tekad yang mantap dan track record yang luar biasa mengingat uang yang dikeluarkan untuk membiayai kuliah kita adalah uang negara yang harus bisa dipertanggungjawabkan hasilnya. Untuk ke Jerman, kita bisa memakai 2 beasiswa ini atau mencoba juga beasiswa dari pemerintah Jerman yaitu DAAD dan pilihan terakhir, bisa melamar beasiswa dari universitas kita sendiri namun biasanya jumlahnya hanya 300 Euro perbulan selama 1 semester dan biasanya hanya bisa diapply setelah berkuliah selama 1 semester atau ketika thesis berlangsung. 

LPDP
Ini beasiswa andalan bagi masyarakat Indonesia. Yang perlu diingat, setelah lulus dari universitas, kita harus kembali ke tanah air dan membangun bangsa melalui cipta dan karya sebagai tanda terima kasih terhadap negara. Untuk mengikuti seleksi LPDP, silakan menuju website resmi LPDP berikut ini.



Erasmus Mundus
Ini dia beasiswa yang keren buat para pemburu beasiswa, karena selain jumlah beasiswanya yang besar, biasanya jurusan yang ditawarkan sangat menarik dan tidak ada duanya di program lain, Ciri beasiswa ini adalah kita berkuliah di universitas yang berbeda setiap semester, jadi kalau kita mengambil program master 2 tahun (4 semester), kita bisa beerganti-ganti universitas sebanyak 3-4 kali sesuai program yang sudah dibuatkan oleh Erasmus Mundus, Ah kerennya...Memang terlihat melelahkan, namun pengalaman dan teman baru yang kita dapatkan pasti bertambah banyak. Untuk mencoba peruntungan dari Erasmus Mundus, bisa klik di sini.


DAAD
Beasiswa DAAD termasuk terbatas dan deadlinenya seringkali terlewat, hehe...bagi yang serius ingin mendapat beasiswa dari DAAD bias amulai memantau websitenya dari jauh-jauh hari.
Tertarik DAAD? Kalian bisa coba pantau di sini.



Untuk beasiswa dari universitas silakan cek masing-masing universitas. Biasanya universitas akan melihat track record kita selama menjadi mahasiswa di semester pertama, apakah layak menerima dana bantuan atau tidak. Saya sendiri masih berjuang demi mendapatkan bantuan dana ini. Yang pasti tidak semua universitas punya sumbangan dana atau dana bantuan mengingat di Jerman hampir semua biaya kuliahnya sudah gratis.

Selamat berburu beasiswa!

Proses Perpanjangan Visa Pelajar di Jerman

Sesampainya di Jerman, kita punya waktu 3 bulan untuk memperpanjang visa kedatangan kita yang sifatnya masih sementara. Berikut ini langkah-langkah untuk merubah status visa sementara kita menjadi visa pelajar yang berlaku 1 tahun:

1. Bayar uang kuliah semester pertama
Segeralah membayar uang kuliah apabila belum sempat dibayar sebelum datang ke Jerman karena bukti pembayaran uang kuliah adalah langkah awal mendaftar ulang di universitas yang kita tuju. Apabila akun Deutsche Bank kita belum aktif, kalian bisa transfer melalui akun teman karena biasanya universitas tidak menerima pembayaran dalam bentuk cash.

2. Daftar ulang di Universitas
Tunjukkan bukti transfer uang kuliah dan surat penerimaan universitas ke bagian mbak administrasi. Seminggu setelah daftar ulang, kita akan mendapatkan student card dan nomor pelajar sebagai tanda bahwa kita sah menjadi salah satu mahasiswa di universitas tersebut.

3. Aktifkan Blocked Account Deutsche Bank
Apabila ada Kantor Deutsche Bank di daerah kita, kita tinggal datang dengan membawa surat konfirmasi akun Deutsche Bank yang sudah ada di email kita dan paspor asli. Namun kalau tidak ada Deutsche Bank di daerah tempat kita tinggal, kita terpaksa harus pergi ke kota lain yang terdekat. Oiya, untuk mengaktifkan rekening Deutsche Bank bisa dilakukan di cabang manapun, jadi jangan khawatir :) Biasanya setelah 1 minggu, kita akan menerima 9 surat dari Bank yang berisi data-data diri dan sebuah surat berisi kartu Bank kita. Ah senangnya, mulai saat ini kalian sudah bisa menggunakan kartu ATM untuk menarik uang kebutuhan sehari-hari.

4. Daftar ulang dan bayar asuransi
Segeralah ke kantor asuransi AOK/TK yang terdekat dari rumah kita dan kemudian memberikan nomor rekening Bank kita supaya pihak asuransi bisa menarik uang secara otomatis dari akun kita tiap bulannya. Setelah kita mendaftar ulang asuransi, lagi-lagi seminggu kemudian kita sudah bisa memegang kartu asuransi dan menggunakannya bila dibutuhkan (Saya sih selalu berdoa supaya tidak memerlukan kartu ini, hihihi...).

5. Urus kontrak rumah/kost
Beruntung bagi yang sudah mendapat kepastian tempat tinggal sebelum sampai di Jerman karena surat kontrak rumah akan menjadi syarat dalam registrasi daerah. Istilahnya lapor ke pak Lurah. Pihak asrama/kost akan memberikan kita surat kontrak dalam  beberapa lembar dan meminta kita untuk menandatangani surat tersebut setelah kita membayar deposit dan uang sewa bulan pertama.

6. Lapor ke Rathaus
Dengan bermodalkan surat kontrak rumah, surat universitas dan paspor, kita bisa mendaftar kependudukan di Rathaus setempat. Tiap kota punya Rathaus masing-masing dan tidak perlu appointment untuk registrasi ini. Proses pencatatan hanya 10 menit dan setelahnya kita akan langsung mendapat surat tanda pendaftaran.

7. Buat appointment perpanjangan visa
Ada banyak cara untuk membuat appointment, terkadang sudah diorganisir oleh pihak kampus, terkadang sudah diurus oleh kantor foreigner, dan terkadang kita harus datang sendiri ke kantor untuk meminta appointment. Cek bagaimana prosedur yang berlaku di universitas masing-masing. Biasanya tanggal appointment bergantung pada jumlah hari yang tersisa di visa kita. Datanglah tepat waktu dan bawa semua dokumen yang dibutuhkan seperti surat universitas, bukti asuransi, bukti pembukaan rekening Bank, surat registrasi Rathaus, kontrak rumah, paspor, 1 pasfoto dan uang sejumlah 100 Euro. Kira-kira 1 bulan kemudian, visa kita sudah siap dan bisa diambil.

8. Hidup dengan tenang ^^
Setelah kita menerima visa baru, kita boleh keluar dari Jerman dan jalan-jalan dengan tenang! Kalau visa kita belum selesai dan kita harus melakukan perjalanan keluar dari Jerman, kita bisa meminta surat dari pihak kantor foreigner untuk memberikan ijin keluar dari Jerman sementara. 

Ya, cukup banyak langkah-langkah yang harus kita lakukan setelah sampai di Jerman dan semuanya harus dilakukan dengan cepat. Untuk teman saya yang datang dari Bangladesh, mereka punya waktu lebih panjang, yaitu 6 bulan untuk mengurus semua proses administrasi ini. Bagi kita orang Indonesia, kita hanya punya waktu 3 bulan sehingga cukup membuat dag dig dug. 

Anyway, selamat datang di Jerman!

Tuesday, January 3, 2017

Mengurus Blocked Account Deutsche Bank

Seandainya tidak ada kewajiban untuk membuat akun Deutsche Bank sebagai syarat Student Visa, pasti hidup terasa lebih mudah, hahaha... Saya mencoba flashback ke hari dimana muncul 100 pertanyaan tentang pengurusan akun bank Jerman ini, cekidot!

1. Apa itu Blocked Account?
Setiap pelajar baru yang datang ke Jerman diwajibkan menaruh sejumlah uang ke Deutsche Bank (Hamburg, Jerman) sejumlah 8640 Euro (tahun 2016). Uang tersebut bukan untuk pemerintah Jerman melainkan untuk menjamin bahwa para calon pelajar sudah memiliki uang yang cukup untuk membiayai kebutuhan hidup minimal di Jerman. Dari 8640 Euro itu, kita bisa menarik maksimal 670 Euro perbulan selama 12 bulan pertama kita bersekolah di Jerman. 

2. Berapa lama proses pengurusan Blocked Account?
Yang perlu diperhatikan yaitu Akun Blok ini harus sudah selesai prosesnya sebelum kita mengurus visa pelajar Jerman. Jadi siapkan minimal 5 minggu sebelum mengurus visa untuk memenuhi segala prosesnya yang panjang.

3. Apakah harus di Deutsche Bank?
Iya banget, Deutsche Bank adalah bank pemerintah Jerman sehingga merupakan satu-satunya bank yang menjamin kemampuan finansial pendatang baru. Pengurusannya pun hanya bisa melalui Kedutaan Jerman dan Deutsche Bank yang ada di Hamburg-Jerman, kita tidak bisa mengurus di cabang DB di negara kita.

4. Bagaimana langkah-langkah mengurus Blocked Account?
- Download formulir aplikasi Blocked Account untuk International Student di sini. Pilih pilihan paling atas: Opening blocked account for foreign student=18 years. Yang perlu diperhatikan adalah, form ini harus diisi menggunakan komputer, tidak boleh ditulis tangan, Sebelum mengisi, baca dulu petunjuknya baik-baik supaya tidak terjadi kesalahan mengingat prosesnya yang panjang. Sekali salah isi, butuh waktu lagi untuk mengulang prosesnya dari awal.

-Setelah mengisi formulir, jangan tanda tangan dahulu karena kolom tanda tangan hanya boleh diisi di depan petugas kedutaan. print formulir tersebut 2x, yang satu adalah copy untuk kita pribadi. Buatlah janji temu dengan Kedutaan Jerman di Jakarta khusus untuk melegalisir formulir tersebut bersama dengan berkas lainnya berupa: fotocopy paspor dan acceptance letter dari Universitas Jerman.

- Proses legalisir ini tergantung pihak kedutaan, di Taiwan sendiri butuh waktu 5 hari. Untuk melegalisir dokumen, kita harus membayar sekitar 300 ribu Rupiah. Setahu saya kita bisa minta bantuan kedutaan untuk mengirimkan formulir+dokumen Deutsche Bank yang sudah dilegalisir ke kantor Deutsche Bank Hamburg. Kalaupun pihak kedutaan tidak bisa, kita bisa mengirim sendiri menggunakan jasa Pos Indonesia atau DHL/Fedex kalau ingin express (2 hari).

- Setelah dokumen sampai di kantor Deutsche Bank di Hamburg, pihak DB butuh waktu 2 minggu untuk mengirimkan konfirmasi bahwa akun kita sudah berhasil dibuka. Apabila ada pengisian form yang salah, DB tidak segan-segan langsung menolak aplikasi kita, email penolakan akan dikirim seminggu setelah dokumen diterima, Jika terjadi penolakan, kita harus ke Kedutaan lagi untuk melegalisir dan mengirim kembali dokumen yang sudah diperbaiki.

- Setelah mendapat konfirmasi bahwa akun sudah dibuka, tibalah saatnya mentransfer Rupiah sejumlah 8640 Euro ke akun Deutsche Bank kita sendiri yang sudah jadi. Nah di sini kita bisa menggunakan jasa Bank yang kita percaya dengan kurs yang kompetitif. Jangan lupa ada biaya pembukaan rekening baru sejumlah 150 Euro, jadi transfernya 8640+150 Euro. Apabila kita mau mentransfer lebih banyak juga diperbolehkan. Yang pasti jangan kurang dari 8640 Euro. Jangan lupa mengecek biaya charga transfer antar negara.

- 3-4 hari kemudian, Deutsche Bank akan mengkonfirmasi bahwa akun kita sudah terisi uang sejumlah 8640 Euro. Kita tinggal print saja konfirmasi tersebut dan kemudian membawanya sebagai salah satu syarat mengajukan visa pelajar Jerman.

Singkatnya, timeline pengurusan Blocked Account Deutsche Bank adalah sbb:
1. Pembuatan janji legalisir: 1 minggu
2. Proses legalisir dokumen: 1 minggu
3. Pengiriman dokumen ke DB, Hamburg: 2 hari
4. Konfirmasi akun berhasil: 2 minggu
5. Transfer uang dari Jakarta-Jerman: 3 hari

Total waktu yang dibutuhkan: 4-5 minggu

Tentunya setiap orang akan berbeda-beda jumlah waktu yang dibutuhkan, dengan perkiraan ini semoga kita bisa memperkirakan berapa banyak waktu yang harus disediakan supaya pengurusan visa berjalan dengan tepat waktu dan tidak terlambat berangkat ke Jerman, mengingat pengurusan visa sendiri nantinya akan memakan waktu 4-6 minggu lagi. Panjang sekali ya prosesnya. Inilah alasan mengapa banyak mahasiswa baru Jerman yang telat datang kuliah di awal-awal studi. Termasuk saya, hihihi...

Penjelasan tentang pengisian formulir Deutsche Bank akan saya bahas di postingan selanjutnya.

Monday, January 2, 2017

Edisi Curhat: Mengurus Visa Pelajar Jerman (di Taipei)

Tadinya saya berencana untuk mengurus Student Visa Jerman di Jakarta, Indonesia sambil pamitan sama keluarga di rumah, Namun ternyata untuk mengurus visa Jerman, dibutuhkan waktu 4-6 minggu dan selama visa diurus, paspor akan ditahan di kedutaan jadi saya ga bisa balik ke Taiwan selama visa belum selesai. Hmm jadi repot kalau begini karena saya harus kembali ke Taiwan untuk bekerja, ga mungkin saya bisa stay di Jakarta selama 6 minggu, Jadi sayapun mencoba mengurus visa dari Kedutaan Jerman yang ada di Taipei.

Wah ternyata di Taipei tidak ada Kedutaan Jerman, adanya sebuah kantor yang menangani bagian konsuler. Silakan cek website resminya: German Institute-Taipei. Di kantor inilah semua orang yang mengurus visa Jerman (baik visa liburan, visa pelajar maupun visa bekerja). Sayapun mengecek websitenya dan tidak terlalu jelas dengan langkah-langkahnya, akhirnya saya memutuskan untuk mengirim email ke Goethe Institute Taipei dan dibalas dengan baik bahwa saya salah kirim email, hahaha,.. Jadi Goethe Institute hanyalah untuk belajar Bahasa Jerman, sedangkan seharusnya saya mengirimkan email ke info@taipei.diplo.de. Kemudian karena belum ada balasan, saya mendatangi langsung institut ini.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
The German Institute is located on the 33th floor of Taipei 101 Tower in Xin Yi District of Taipei.
German Institute Taipei
33F, No. 7, Xinyi Rd., Sec. 5, Taipei 11049
臺北市11049, 信義路五段7號33樓
Phone: (+ 886 2) 8722 2800
Fax: (+886 2) 8101 6282
You can reach us by telephone:
Monday - Thursday: 08:30 - 17:00 hours
Friday: 08:30 - 14:00 hours

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Saya yang dengan percaya diri membawa berkas-berkas yang dibutuhkan dan langsung ke Taipei 101 dengan nyasar. Yeahh...Selama ini saya cuma tahu cara ke mall 101, tidak pernah tahu dimana pintu masuk menuju kantor 101. Setelah bertanya ke pak satpam, saya masuk ke gedung hebat ini, Berasa di Pacific Place Jakarta nih, Hihiihi... Nah disini saya antri dengan rapi di resepsionis dan ternyata harus ke area loket dan memencet lantai 33: German Institute

Kemudian setelah beberapa detik, ada mas-mas menjawab dari seberang,
"hello, may I help you"
dan saya pun menjawab: "Hello, I want to apply for Student Visa"
"what?"
"ehm...long term visa for German"
dan masnya melanjutkan, "do you have appointment?"
dengan percaya diri saya menjawab "NO"
dan masnya memberi pencerahan: "you have to make online appointment first in our website"

Aahh...okelah mas, ternyata harus bikin janji dulu, saya tidak menemukan dimana letak tombol bikin janji di website sampean makanya langsung datang ke kantornya dan ternyata disuruh pulang. Okelah sayapun kembali ke rumah dan menekan asal, akhirnya saya sampai di online appointment yang meresahkan. RESAH karena disitu tertulis tidak ada jadwal untuk bulan Juli dan Agustus. WHAT?
Sayapun lemas, saya mencoba menelpon mbak kedutaan dan akhirnya dijawab, silakan mengirimkan email lagi dan puji Tuhan setelah mengirim email, mereka memberikan saya jadwal appointment 2 MINGGU LAGI. ouch...makin lama saja pengurusannya. Saya kehilangan 3 minggu hanya untuk menunggu appointment.

Sayapun menyiapkan berkas-berkas untuk mengurus visa pelajar sesuai dengan yang ditulis di website. Di sana ada 2 macam visa student: National Visa for Students & National Visa for Application of a Study in Germany. Ealah apa ini maksudnya? Ternyata kalau mau sekolah Bahasa, kita pilih yang kedua, National Visa for Application of a Study in Germany. Jadi saya memilih National Visa for Students.

Dokumen-dokumen yang dibutuhkan sbb:
Valid passport (issued within the passes 10 years and signed personally), with at least 2 empty pages
Completely filled out and signed application form + personally signed declaration (Form “Declaration”), each 2-times
Copy of the data page of your passport, 2-times
Motivation-letter, 2-times
letter of admission from university in Germany, 2-times
Proof of German language-skills, 2-times
Proof of qualifications, 2-times
Proof of finances to be able to pay for any occurring costs during your stay in Germany, in form of the following:
- confirmation of a scholarship (plus copy)
- blocked account („Sperrkonto“) in Germany on the name of the applicant with a minimum account balance of 8640,- € and a comment that the owner of the account can only dispose of a maximum of 720,- € per month.
3 current, identical and biometric passport-pictures (not older than 3 months)
Taiwanese ID-card or ARC, plus 2 copies
Proof of previous university degrees (in case you did not graduate yet: proof of current study-activity/performance record in English language) plus 2 copies
Exchange students:
- confirmation of participation of the university in Germany, plus 2 copies
- current letter of the university in Taiwan, plus 2 copies
 Usually on request, shortly before the visa is issued:
- intended date of entry
- Proof of health-insurance, in original plus 2 copies

Financial Proof
Terlihat banyak yah. Sayapun punya banyak pertanyaan ketika mempersiapkan dokumen-dokumen di atas. Untuk financial proof, saya ke E. Sun Bank dan mencetak buku tabungan kemudian mengcopy 3 halaman terakhir. Terus terang banyak permasalahan dalam financial proof ini. Saya kira di dalam tabungan cukup menyediakan uang Taiwan yang sama dengan 8100 Euro, namun ternyata tahun ini sudah naik jadi 8640 Euro. Jadilah uang tabungan saya nggak cukup. Kalau kalian menggunakan buku tabungan sebagai bukti keuangan, pastikan uang sejumlah 8640 Euro tersebut sudah diam di tabungan selama 3 bulan terakhir karena dalam kasus saya, uang tersebut baru muncul di 1 bulan terakhir yang langsung ditolak mentah-mentah sama petugas kedutaan.

Sebagai solusinya, di hari itu juga, saya mengapply Blocked Account Deutsche Bank karena kebetulan saya memang sudah mengisi formulir permohonan pembukaan Blocked Account dari rumah. Dan petugas visa kemudian mengatakan bahwa saya harus menyelesaikan proses Blocked Account dahulu baru visa diproses. Ouch berapa lama ya pengurusan blocked account ini?

Application Form
Mengenai formulir aplikasi dan deklarasi, kita bisa mendownloadnya dari website dalam bentuk 2 form yang berbeda, Entah bagaimana, saya salah mengisi formnya, bukannya form long term visa melainkan form visa schengen yang saya isi. Untunglah petugasnya baik, dengan menunggu 2 jam, sayapun diberikan form yang benar dan mengisi kembali form tersebut. Menurut mbaknya sih mereka ga stok formulir long term, jadi seharusnya saya pulang ke rumah dan bikin appointment lagi. *untunglah tidak terjadi

Setelah 4 jam kedinginan dan kelaparan di ruang konsuler yang kecil ini, akhirnya saya bisa pulang dan menanti kabar dari Deutsche Bank. Ah leganya, akhirnya merasakan hangatnya matahari di kota Taipei dan kembali ke kantor lagi.

Sunday, January 1, 2017

Gambaran Biaya Hidup di Jerman

Siegen, Germany


Bisa mengusahakan minimal 450 Euro perbulan?
Berarti kamu sudah siap tinggal di Jerman!


Berikut ini saya coba jabarkan bagaimana cara bertahan hidup dengan bermodalkan 450 Euro perbulan di salah satu negara European Union ini. Secara kasarnya seperti ini:

- Tempat tinggal: 200 Euro
- Transportasi: 54 Euro
- Pulsa Telepon: 10 Euro
- Makan: 100 Euro
- Asuransi (26 thn ke atas): 86 Euro

450 Euro itu biaya hidup paling minim yang hanya bisa terjadi di kota-kota kecil di Jerman. Artinya kalau kalian tinggal di Berlin, Munich, Stuttgart, Frankfurt, siapkan kurang lebih 100 euro lebih banyak karena biaya transportasi dan tempat tinggalnya lebih mahal!

1. Tempat Tinggal/Akomodasi:
Percaya nggak percaya, biaya tempat tinggal di Jerman sangat terjangkau. Rata-rata kalau sewa kamar di asrama kampus, biaya sewanya 220-250 Euro perbulan (kalau dirupiahkan dengan kurs Rp 14.500, berarti sekitar Rp 3.190.000-Rp 3.625.000). Biaya tersebut sudah termasuk internet, listrik dan air. Kalau kalian tinggal di luar kampus, terkadang malah biaya kost lebih murah daripada di kampus karena biasanya kamarnya lebih kecil. Kamar kost saya sendiri yang letaknya di luar daerah kampus hanya 180 Euro (Rp 2.610.000) sebulan. Tapi kalau kalian ngekost di Berlin, harga kosannya rata-rata 400 Euro. Mahal ya... Tapi tenang saja, ukuran kamar di sini rata-rata 3x4m atau 12m2 (cukup besar untuk ukuran kamar kosan orang Indonesia). Namun demikian, kita tetap harus pintar-pintar mencari rumah kosan yang sesuai budget.

Di Jerman sendiri ada 2 tipe tempat tinggal: 1 kamar dengan kamar mandi dan dapur terpisah (biasanya ada 3-4 kamar tidur yang berbagi 1 kamar mandi dan dapur) atau 1 lantai (1-2 kamar tidur+1 kamar mandi+1 dapur dan 1 ruang keluarga).

Cara mencari rumah bisa cek di website wg-gesucht.de atau ke kantor agen rumah (WG atau BWG) terdekat dari kampus atau di kota masing-masing.

2. Transportasi
Biasanya sih dari kampus sudah disediakan semester ticket atau tiket transportasi gratis 1 semester untuk daerah tertentu. Dengan tiket ini, kita para mahasiswa bisa naik kereta/bus apa saja, kapan saja selama masih dalam area gratisan, Sebagai informasi, sekali naik bus harganya 1,5 Euro-2.5 Euro sekali jalan, Bayangkan kalau sehari kita naik bus 2x, sudah mengeluarkan 3-5 Euro. Belum kalau kita harus melakukan perjalanan ke kota lain, naik bus ke kota lain mulai dari 9 Euro, dan kalau naik kereta mulai dari 20 Euro sekali jalan. Jadi betapa hematnya kalau kita punya semester ticket ini.

Kebetulan untuk kampus saya sendiri tidak menyediakan semester ticket, jadi saya membeli tiket bus bulanan yaitu sekitar 36 Euro perbulan. Namun dengar-dengar, di kota besar, harga tiket bulanannya 60 Euro. Untuk yang tinggal di asrama tidak terlalu membutuhkan tiket bulanan karena bisa ke kampus dengan berjalan kaki. Kalian hanya perlu keluar kampus ketika butuh membeli makanan di supermarket atau membeli kebutuhan hidup lainnya. Jadi untuk urusan transportasi silakan menghitung-hitung sendiri keperluan masing-masing.

3. Pulsa Telepon
Banyak operator yang menawarkan jasa komunikasi di Jerman (T-Mobile, Vodafone, O2, dan Base/E-Plus). Saya sendiri memakai jasa E-Plus dalam bentuk Aldi Talk yang bisa dibeli di supermarket Aldi langsung. Dengan 10 Euro, saya membeli paket 750Mb seharga 8 Euro termasuk free talk 300 menit atau SMS 300x. Masih banyak operator lain yang akan saya jelaskan selanjutnya.

4. Makan
Untuk biaya makan, 100 Euro ini adalah hitungan kalau kita masak sendiri. Kalau makan di luar, sebagai gambaran, sekali memesan paket ayam goreng, minuman dan kentang di Mcd, KFC atau Burger King menghabiskan minimal 7 Euro. Makan di Doner Kebab mulai dari 4.5 Euro untuk 1 wrap, makan di restoran asia biasanya mulai dari 5 Euro, makan sosis+roti pinggir jalan mulai dari 1.5 Euro. Berbeda jauh kalau kita memasak, biasanya 10 Euro bisa untuk makan super kenyang dan sehat untuk 3 hari.

Sebagai gambaran:
- beras 1 kg: 1 Euro
- roti tawar 20 lembar: 0.70 Euro
- keju: 1 Euro
- salami/ham: 1 Euro
- susu 1L: 0.70 Euro
- 3 potong ayam berukuran besar: 2.5 Euro
Dengan harga semurah ini, dijamin kalian akan pikir panjang untuk membeli makan di luar, hihihi...


5. Asuransi

Nah ini dia biaya yang cukup besar ketika studi di Jerman. Untuk usia 26 tahun, saya harus membayar kurang lebih 86 Euro perbulan untuk biaya asuransi pelajar. Ada 2 perusahaan asuransi yang populer di kalangan mahasiswa Jerman, yaitu AOK dan TK. Dengan asuransi ini, kita tidak perlu kuatir lagi melakukan pengobatan karena akan dibayarkan penuh oleh pihak asuransi apabila terjadi apa-apa (yang pastinya bisa menguras seluruh tabungan kalau sampai ada kejadian yang tidak diharapkan).

Nah, mudah-mudahan setelah membaca postingan ini, bisa memberi gambaran dan kurang lebih biaya yang harus dikeluarkan selama tinggal di Jerman. Bagi yang tinggal di kota besar, walaupun biaya hidup meningkat, kabar baiknya, kesempatan untuk bisa mencari kerja part time jauh lebih besar bila dibandingkan dengan di kota kecil, jadi semua tempat ada plus minusnya. Tergantung mana yang kita pilih :)

Masih butuh alasan untuk mendaftar sekolah di Jerman? cek postingan ini.
Sudah mantap mau kuliah di Jerman? cek tahapan mendaftar di sini.
Butuh beasiswa? cek di postingan berikut ini.

Saturday, December 31, 2016

10 Alasan Kenapa Jerman

Pasti kalian sering mendengar bahwa banyak orang Indonesia yang melanjutkan sekolah ke Jerman (S1, S2 atau bahkan S3). Apa yang membuat Jerman begitu populer di kalangan pencari ilmu? Berikut ini 10 alasan melanjutkan studi di Jerman versi saya sendiri. Semoga bisa memberi sedikit pencerahan bagi yang masih galau :)

1. Murah dan Super Murah
Alasan utama sebagian besar mahasiswa Internasional Jerman pasti karena biaya semester kuliah yang hampir gratis. Universitas negeri Jerman memberikan gratis biaya kuliah namun mahasiswa tetap wajib membayar uang semester ticket/transportasi dan administrasi yang nilainya bervariasi...berkisar 60-300an Euro persemester. Kalau dirupiahkan sekitar 900.000 Rupiah per 6 bulan untuk kualitas pendidikan luar negeri. Betapa murahnya! Perlu diingat bahwa uang ini tidak hilang melainkan diganti dalam bentuk tiket transportasi gratis selama 1 semester sehingga kita (para mahasiswa) bisa bepergian sesuai daerah yang ditentukan tanpa harus membayar sama sekali! Emejing!

Pentingkah semester ticket? Bagi yang tahu harga sekali jalan kereta di Jerman, pasti tahu betapa pentingya semester ticket ini. Mengenai tiket sakti ini akan saya bahas di post lain.

2. Biaya Hidup Terjangkau
Benar sekali biaya hidup di Eropa mahal, terutama di Eropa bagian Utara dan Barat. Namun berita baiknya, di Jerman, biaya hidup termasuk terjangkau apabila dibandingkan dengan negara Eropa lainnya, Siapkan 450-650 Euro sebulan untuk keperluan sehari-hari selama 1 bulan di Jerman dan kita sudah bisa kuliah dengan tentram. Info detail mengenai biaya hidup saya bahas di sini.

3. Sistem Ekonomi yang Stabil
Jerman, Perancis dan Italia adalah pemimpin ekonomi di Eropa dan Jerman sendiri adalah negara dengan ekonomi terkuat nomor 4 di dunia. Di kala krisis Eropa melanda, Jerman adalah salah satu penyelamat finansial di Uni Eropa, terutama ketika Yunani dinyatakan bangkrut. Kedisiplinan kebijakan perbankan dan ya, mungkin juga karena jumlah pelajar internasionalnya banyak, Jerman punya cukup cadangan sumber finansial untuk menghidupi negaranya sehingga krisis tidak menggoyahkan sistem ekonominya. Artinya, kondisi keuangan dan kemanan negara relatif aman. Yeiy...

4. Foreigner Friendly

Karena Jerman membuka pintu bagi mahasiswa asing bahkan para pengungsi, kita mendapat kemudahan untuk mendaftar sekolah, kuliah, belajar Bahasa Jerman, mencari tempat tinggal dan apapun yang berhubungan dengan administrasi pendatang di negara ini. Walaupun penduduk lokalnya tidak bisa berbahasa Inggris, mereka cukup ramah dan sopan terhadap para pendatang. Sebagai timbal balik dari poin nomor 3  juga, bisa saya simpulkan bahwa negara Jerman cukup aman untuk para pendatang yang belum tahu apa-apa mengenai kehidupan di sini. Apalagi bagi para perempuan, kita bisa dengan tenang melakukan aktifitas tanpa khawatir akan tindak kriminalitas. Tentunya dengan sikap yang bijaksana pula.

5. Penggunaan Bahasa yang Tersebar Luas
Di Eropa, bahasa Jerman merupakan bahasa ibu bagi 100 juta orang, tidak hanya di Jerman, tetapi juga di Austria, Swiss, Luxemburg dan Liechtenstein. Hal ini menempatkan bahasa Jerman sebagai bahasa terbanyak yang dipakai di Eropa dan merupakan salah satu dari 10 bahasa paling umum dipakai di dunia. Kekuatan ekonomi, reputasi Jerman sebagai negara pengekspor utama di dunia. dan banyaknya literatur (pengetahuan dan sastra) dalam Bahasa Jerman memberikan keuntungan tersendiri bagi para pencari ilmu di dunia. 


6. Sistem Pendidikan Berkualitas 
Berita baiknya, di Jerman tidak ada sistem akreditasi, artinya semua universitas dipandang sama dan sederajat. Bagi para perusahaan yang mencari tenaga kerja, mereka tidak mementingkan dari universitas mana kita berasal, Yang penting nilai kuliah kita bagus dan tidak bermasalah di kampus.
Tapi perlu diingat ada 2 sistem pendidikan tinggi di Jerman: Universitas (university) dan Sekolah Tinggi (Hochschule). Info lebih lengkap akan dibahas lain waktu.

7. Persyaratan Bahasa Inggris yang Mudah
Kalau Belanda rata-rata mengharuskan kita mengantongi nilai IELTS 6.5 dan minimal 6 di masing-masing bidang, Jerman hanya meminta minimal 5.5 saja tanpa minimal skor di tiap bidang. Jauh lebih mudah bukan?

8. Negara yang Cantik 
Siapa yang tidak tahu kalau Eropa punya karakter kota yang antik dan berbeda jauh dengan Asia? Apalagi setelah kalian mencoba tinggal di rumah-rumah Jerman, suasananya sangat berbeda dengan di negara kita (pastinya). Secara tekonologi pun, pemilihan lantai, pintu, jendela dan tampak luar bangunan di sini terasa lebih stylish dan modern. Benar-benar pengalaman baru yang menarik.

9. Ladang Kerja Impian
Bagi para lulusan Universitas Jerman, pemerintah Jerman memberikan kesempatan untuk mencari kerja setelah lulus selama 1 tahun. Cukup panjang bagi kita untuk mencari peruntungan. Kabar serunya lagi, bekerja di Jerman wajbnya hanya 39 jam per minggu atau tidak sampai 8 jam sehari, kelebihan jam kerja akan diganti dengan uang lembur, daaaan...cuti bersama diberikan 30 hari! WOW....coba bandingkan dengan di Indonesia yang hanya 12 hari atau di Taiwan yang hanya 7 hari. 30 hari sih sesuatu banget. Pajak kerjanya memang terdengar menyakitkan, 40% dari penghasilan, namun setelah pensiun, kehidupan kita dijamin dengan pajak yang sudah kita bayarkan di usia produktif. Bisa saya katakan, bekerja di Jerman sangatlah sesuai dengan kualitas hidup yang didapatkan.

10. The Power of Insurance
Setiap bulan kita wajib membayar asuransi yang nilainya tidak murah, tapi dengan cicilan rutin ini, kesehatan penduduk Jerman dijamin sehingga kita tidak perlu khawatir mengeluarkan uang untuk biaya pengobatan. Asuransi kesehatan Jerman yang powerful memberikan kemanan tambahan bagi kita yang bersekolah/bekerja di sini. 


Sudah siap ke Jerman? Cek tahapan mendaftar sekolah di Jerman di sini.
Butuh beasiswa? cek di postingan berikut ini.

Sunday, December 4, 2016

Rempongnya Daftar Sekolah di Jerman



Syukur kepada Tuhan YME, sampailah saya di negeri sosis di salah satu bagian uni Eropa. Perjuangan apa saja sih yang sudah saya lewati sampai akhirnya berhasil mendarat di antah berantah Jerman bagian Timur ini? Ceileh perjuangan…Apa kabar pahlawan kalo saya disebut berjuang... :p

Seperti yang kita tahu, mendaftar sekolah apalagi di luar negeri memang butuh persiapan dan proses registrasi yang panjang. Saya sempat lumayan sakit kepala saat mengurus visa Jerman 3 bulan terakhir ini. Mari kita cek satu-persatu langkah-langkah mendaftar sekolah di Jerman!

1. Cari program studi
Buka website www.daad.de, pilih international program dan mulailah memfilter program studi yang kamu inginkan, mulai dari jurusan, bachelor/master, bahasa pengantar (Jerman/Inggris), sampai biaya per semester.

2. Siapkan berkas-berkas
Setelah tahu ingin mendaftar di universitas dan jurusan apa yang paling sesuai dengan keinginanmu, cari tahu deadline dan berkas-berkas apa saja yang dibutuhkan untuk mendaftar. Untuk program master biasanya butuh sertifikat IELTS min.5.5 atau TOEFL (lupa minimal berapa), motivation letter, portfolio (khusus untuk jurusan desain), dan surat rekomendasi dari dosen atau HRD kantor lama. Untuk S1, akan saya bahas di postingan yang terpisah J

3. Kirim aplikasi
Untuk mendaftar kuliah di Jerman, kita harus mengirimkan aplikasi fisik via pos, tidak bisa via email kecuali universitas tertentu yang biaya kuliahnya mahal biasanya memperbolehkan kita mengirimkan berkas via email. Mengirim dokumen ke Jerman bisa menggunakan jasa Pos Indonesia, cuma 90.000 Rupiah saja. Uhuy..

4. Urus visa
Setelah menunggu 2 bulan, biasanya kita mendapat email dari universitas bahwa kita diterima di universitas tersebut. Yeiiiy…selamat ya…silakan membalas email tersebut dan mempersiapkan kebutuhan untuk visa pelajar. Silakan cek persyaratan visa di website kedutaan Jerman di Jakarta.

5. Buat Blocked Account!
Perlu diingat, blocked account Jerman harus dibuat sebagai syarat tahun pertama kuliah di Jerman. Silakan ke website Deutsche Bank Jerman dan mengisi formulir blocked account lalu membawa formulirnya ke kedutaan Jerman dan dilegalisir di kedutaan, setelah dilegalisir, langsung kirim ke Deutsche Bank Jerman via pos. 2 minggu setelah mengirim berkas ke Jerman, kita akan mendapatkan email bahwa akun sudah dibuka. Sekarang kita tinggal ke bank terdekat untuk mentransfer 8640 euro ke akun baru kita. Setelah 3-4 hari, kita akan mendapatkan email bahwa uang sudah masuk ke rekening kita dan bukti inilah yang akan kita bawa saat appointment visa sebagai syarat mutlak. (Proses pembuatan blocked account ini kira-kira memakan waktu 4 minggu, jadi sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari agar visa tidak terlambat).

6. Daftar asuransi Jerman
Untuk melengkapi persyaratan visa, terkadang kita harus sudah mendaftar asuransi pelajar yang ada di Jerman atau paling tidak meng-cover 3 bulan selama kita tinggal di Jerman. Untuk mendaftar asuransi pelajar Jerman bisa ke website AOK atau TK, dan untuk visa 3 bulanan, bisa ke kantor Zurich di Indonesia, atau asuransi apapun yang sudah biasa melayani perjalanan ke Eropa. Kalau kita memilih asuransi TK dan AOK, kita bisa mengisi formulir yang disediakan di website mereka dan kemudian ditandatangani, discan dan dikirim ke email TK/AOK. Kita tidak perlu membayar asuransi tersebut, biaya bisa dibayarkan nanti setelah sampai di Jerman.

7. Bikin Janji Pengurusan Visa (Visa Appointment)
Untuk membuat visa pelajar, terlebih dulu kita harus mendaftarkan janji temu dengan pihak kedutaan. Cara membuat janji silakan dicek di website kedutaan. Setelah mendapat tanggal appointment, siapkan berkas-berkas visa, jangan sampai ada yang tertinggal J

8. Visa Selesai
Yak setelah menghadiri appointment dengan kedutaan, sekitar 5-8 minggu kita akan mendapat visa pelajar untuk terbang ke Jerman! Silakan beli tiket pesawat dan proses berikutnya (yang tidak kalah panjang) menanti di Jerman!


Selamat kuliah di Jerman! 
Penasaran dengan biaya hidup di Jerman, cek di sini
Masih belum mantap untuk kuliah di Jerman, mudah-mudahan nggak galau lagi setelah baca yang satu ini

Sunday, October 2, 2016

Kucari Kanguru Sampai ke Australia



Australia, benua terkecil di dunia dengan jarak terdekat dari Indonesia ini sudah menyimpan pesona sejak dahulu kala. Sebut saja Opera House di Sydney yang merupakan salah satu dari 7 Keajaiban Dunia, suku Aborigin sebagai penduduk asli Australia, negara penghasil wol terbesar di dunia dan binatang khasnya yaitu  kanguru serta Koala yang menggemaskan. Saya sangat penasaran dengan benua yang punya panggilan akrab ‘Aussie’ ini. Bagaimana ya rasanya suasana musim panas di Australia? Yuk ikutin kisahnya.


Melbourne

Saya sengaja mendarat pertama kali di Negara bagian Victoria ini agar rutenya searah. Melbourne sendiri sebenarnya bukan negara populer untuk tujuan wisata, melainkan lebih terkenal sebagai kota pelajar. Dengan menempuh hampir 10 jam perjalanan dari Jakarta menggunakan pesawat, sampailah saya di Melbourne, disambut hangatnya hembusan angin musim panas yang ternyata 40 derajat! Uhh panasnya.
Ada tempat wisata apa saja sih di kota ini? Di hari pertama, saya menuju St. Kilda Beach yang ramai pengunjung, di sekitar pantai ini kebetulan sedang ada pasar seni yang selalu dibuka setiap hari Minggu, selain itu ada gedung konser dan theater, ada juga taman bermain Luna Park yang cukup kecil namun menarik untuk dilihat-lihat. Di dalamnya terdapat permainan untuk anak kecil. Untuk masuk ke arena bermain ini tidak dipungut biaya, hanya perlu membayar sesuai permainan yang ingin kita naiki. saya sendiri sih lebih suka berjalan-jalan di pasar seni yang terletak benar-benar di pinggir pantai dan menghadap laut. Wah seru sekali, di sini dijual produk seni lokal Australia mulai dari lukisan, perhiasan, kaos, dan aksesoris yang lucu-lucu. Setelah puas melihat-lihat, saya langsung menuju pantai St. Kilda sendiri untuk bermain air. Pantai ini cukup ramai oleh pengunjung, tidak dipungut biaya dan semua orang tampaknya suka duduk-duduk di rumput untuk berjemur.
Transportasi di Melbourne menggunakan kereta, bus dan trem. Kita bisa membeli tiket langsung di dalam trem dengan menggunakan mesin. Harga 1 tiket untuk pemakaian 2 jam sebesar 3,58 AUD (Australian Dollar). Selain menggunakan tram, saya lebih sering berjalan kaki karena tempat pejalan kaki sangat nyaman.


            Tempat wisata lainnya di pusat kota yaitu gereja Katedral, Flinders Station (stasiun tertua di Melbourne yang masih beroperasi), stasiun antik ini sangat ramai pengunjung. Kebetulan hari ini adalah malam tahun baru. Suasana ramai sudah menyelimuti 1 kota. saya tak lupa merayakan tahun baru dengan menonton kembang api di Federation Square bersama-sama dengan puluhan orang lainnya yang duduk santai di lapangan ini. Kita semua menanti pergantian tahun dengan menonton konser. Setelah tahun baru datang, semua orang tampak berpelukan dan meniup terompet sambil menyaksikan kembang api. Wah ternyata sama seperti di Indonesia ya. Oiya, yang unik di Australia adalah semua mall akan tutup menjelang jam 6 sore, jadi di malam hari sangatlah sepi. Hanya restoran saja yang tetap beroperasi dan di setiap negara bagian pasti ada Chinatown, biasanya di sinilah tempat para pelajar berkumpul karena harga makanannya relatif terjangkau. 


Canberra
Dari Melbourne, saya menuju Canberra. Canberra merupakan ibukota Australia yang terletak di antara Melbourne dan Sydney. Namun jangan membayangkan kota yang ceria karena di Canberra, mulai dari jam 7 malam, kota ini terlihat sangat sepi, jarang sekali terlihat mobil atau orang yang berlalu lalang di sepanjang jalan. Wah berbeda sekali dengan Melbourne. Semua orang tampak menggunakan kemeja rapi, kebanyakan orang yang tinggal di sini hanya untuk bekerja.


Tapi jangan salah, ada beberapa tempat wisata unggulan di Canberra yaitu National Museum, Australian War Memorial, National Library, Parliament House dan Old Parliament House. Semuanya berada di lokasi yang cukup berdekatan. saya sangat suka dengan Museum Nasional Australia ini karena gedungnya sangat unik dan berwarna-warni. Di dalam museum ini diceritakan sejarah Australai termasuk suku aborigin dari masa ke masa. Sedangkan di Old Parliament House, kita bisa menjelajah gedung parlemen lama yang sangat luas. saya mencoba masuk ke ruangan gedung ini satu persatu, di bagian luar juga terdapat taman serta air mancur yang besar sekali.



Sydney

Puas 2 hari di Canberra, saya segera menuju Sydney, Kota tersibuk di Australia yang sudah membuat hati saya deg-degan. saya naik bus Greyhound dari Canberra dengan menempuh perjalanan selama 3 jam saja. Busnya sangat nyaman dan ukuran kursinya besar. Maklum, di sini ukuran orang Australia jauh lebih besar dari orang Asia, jadi semuanya berukuran 1,5 kali termasuk porsi makanan.
Sydney merupakan kota terpadat nomor 1 di Australia. Dimana-mana banyak orang berlalu lalang dan banyak turis berjalan-jalan. Di hari pertama ini, saya langsung menuju Opera House yang memang merupakan tujuan wisata utama! Sepanjang jalan menuju Opera House sangat menarik. Untuk masuk ke Opera House, kita harus membooking jadwal tour terlebih dahulu. Karena kehabisan temapt untuk tour, saya hanya masuk ke sebagian kecil gedung opera ini saja dan berfoto-foto di sekitar pelataran gedung yang super luas ini. Di sekitar Opera House terdapat Sydney Harbour Bridge tepat di seberang Sydney River yang membuat pemandangan di sekitar sini sangat romantis. Ditambah lagi dengan kehadiran café-café unik berkonsep outdoor yang sangat menarik. saya mencoba menyusuri pinggir sungai sampai di Darling Harbour. Cukup banyak tempat wisata yang bisa didatangi di lokasi ini, ada museum dan pameran yang meramaikan suasana. Opera House Sydney tidak cukup didatangi hanya di pagi hari saja karena ternyata di malam hari gedung ini menampilkan pertunjukkan lampu yang berwarna-warni. Duh, romantisnya.
Untuk berfoto dengan latar belakang Opera House bisa dilakukan di banyak temapt, salah satunya dari Royal Botanic Gardens, dari sini kita bisa berfoto dengan latar belakang Sydney River dan Opera House. saya juga mencoba naik kapal menikmati sungai ini sambil melihat Opera House dari dekat.
            Keesokan harinya, saya menuju Sydney Fish Market untuk sarapan seafood. saya memesan Big Platter berisi campuran seafood yang digoreng tepung dan disajikan dengan mayonnaise dan lemon. Hmmm…enaknya…namun karena porsinya sangat besar, saya tidak sanggup untuk mengahbiskannya walaupun sudah makan berdua. Di sini memang hasil olahan lautnya disajikan segar langsung dari sumbernya. Setelah puas makan seafood, saya berjalan-jalan menuju Paddy’s Market. Pasar lokal terbesar di Sydney yang menjual beranekaragam kerajinan tangan lokal dan souvenir untuk dibawa pulang. Saking luasnya, tidak selesai saya memutarinya.
Tak lupa pula saya berkunjung ke Art Gallery of New South Wales untuk melihat koleksi lukisan klasik Australia dan ke Toranga Zoo! Kebun binatang kebanggaan Sydney, kebun binatang ini bagus sekali menurut saya karena banyak  binatang dibiarkan berkeliaran bebas, salah satunya adalah burung merak yang super cantik. Kebun binatang ini sangat bersih dan berwarna-warni. Di sini saya mencari kanguru, penguin dan koala yang ternyata jumlahnya sangat banyak sehingga bisa puas melihat aktifitas mereka. Oiya, ada satu tempat wisata lagi yang cukup terkenal di Sydney yaitu Bondi Beach. Walaupun cukup jauh dari kota, saya akhirnya sampai dan bersantai di pantai Bondi ini.








The Blue Mountains (Three Sister)

Kalau sudah sampai di Sydney, kita bisa mampir ke Katoomba, daerah dimana Blue Mountains berada. Dengan menumpang kereta lokal selama 3 jam, saya sampai di sini dan menginap 1 malam. Di sini ada gunung Three Sister/Blue Mountains yang terkenal karena bentuknya berupa 3 gunung yang berdampingan. saya mengambil tour harian dimana kita bisa naik kereta antik ke 5 tempat wisata, termasuk Jenolan Caves, goa yang dahulu digunakan oleh suku Aborigin untuk mencari sumber mata air. Pemandangan dalam goa ini cukup spektakuler dan rutenya cukup panjang. Setelah itu kita bisa naik kereta Scenic Railways hampir tegak lurus dan tajam menuju puncak gunung Blue Mountains. Kemudian dilanjutkan dengan menaiki kereta gantung berlapis kaca. Hoaaa… benar-benar wisata yang mendebarkan. Blue Mountains ini sangat saya rekomendasikan untuk dikunjungi karena merupakan wisata alam yang unik.



Sekian perjalanan saya menuju benua Australia yang menyimpan pesona modern dan wisata alam ini. Selamat Jalan-jalan ke Australia J




Selamat jalan-jalan ke Australia!


*Tulisan ini pernah dimuat di Majalah INTAI (Indonesia-taiwan) Edisi September 2016 (118)



Sunday, June 26, 2016

Mengantar Adik Sekolah Mandarin



Di bulan Juni menyambut datanganya bulan Ramadhan, saya menjemput adek saya di Bandara Taoyuan, Taiwan. Waktu itu jam 22.30 sudah...Si adek tak kunjung keluar...Saya duduk menunggu di kursi tunggu persis di depan pintu keluar Terminal Kedatangan. Untunglah bandara Taiwan ini sangat memperhatikan para penjemput. Sambil duduk, kita bisa melihat dengan jelas jadwal penerbangan yang sudah sampai di layar termasuk video keluar masuk orang yang baru selesai mengambil bagasi. Jadi kita tidak perlu capek-capek berdiri menunggu di depan pagar... tinggal duduk dan memperhatikan ke layar super gede sudah bisa memperhatikan lalu lalang orang yang baru saja sampai di Taiwan.
Akhirnya saya bertemu dengan si krucil yang ternyata terlalu lama di bagian imigrasi karena saya lupa memberikan nama jalan di alamat. Jadialh dia dioper petugas imigrasi kesana kemari, mana baterai HP kita sama-sama mati. Hahaha...akhirnya pertemuan melelahkan namun melegakan hati itu pun berlangsung manis. Eaaa...

Segeralah saya menuju lantai bawah untuk membeli tiket bus menuju Taipei Main Station. Jam sudah menunjukkan pukul setengah 12 malam dan kami pun segera naik bus dari loket nomor 8. 2 tiket bus seharga @90NT sudah disobek mamang bus. Di bus kami bercerita segala hal yang belum sempat terceritakan. Maklum walaupun saya termasuk sering pulang ke Jakarta tapi buat ketemu si krucil ini sangatlah jarang. Sibuknya ga ketulungan. Maaf yang sibuk bukan saya, tapi dia... Wkwkwk...

Sepanjang perjalanan jadi teringat perjuangan untuk datang sekolah Mandarin ke sini. Sebenarnya tidak ada perjuangan yang gimana banget sih... cuma perjuangan nyiapin duitnya aja kali ya.. Untuk sekolah Mandarin yang paling ekonomis ternyata memang hanya di Wenhua, lokasinya tepat di sudut Daan Park, taman besar dan super luas kebanggaan Dongmen. Loh kenapa Dongmen? Wah saya juga nggak tahu... :p

Berikut ini langsung saja saya jabarkan langkah-langkah mendaftar sekolah Mandarin Wenhua di Taiwan:

1. NIAT
Ya! Tanpa niat, tidak mungkin kita bisa mencetuskan ide apalagi menjalankan semua proses menuju ke Taiwan. Kumpulkanlah niat sebanyak-banyaknya. Mudah-mudahan Yang Di Atas merestui.

2. SUMBER DANA
Yak, yang namanya sekolah, kebetulan bayar dan kalau kamu belum punya uangnya, silakan siapkan calon pemberi dana segar, dan tentunya kartu kredit karena untuk mendaftar sekolah secara online dibuthkan kartu kredit yang aktif :)

3. DAFTAR
buak website Wenhua versi Inggris atau bahasa Indonesia, http://mlc.sce.pccu.edu.tw/. Di website ini pilihlah ONLINE REGISTRATION. Buat akun baru dan isi data-data secara lengkap, jangan lupa NAMA, NO PASPOR, ALAMAT RUMAH harus benar karena nanti suratnya akan dikirim langsung secara fisik ke alamat rumah kita jadi nggak boleh salah. Upload berkas-berkas seperti foto background putih, ijazah berbahasa inggis, copy paspor, bukti rekening tabungan minimal 30 juta pribadi atau orang tua.

4. PILIH LEVEL
Kalau memang kita sudah punya basic mandarin dan kira-kira sudah bisa ngomong sedikit2, sebaiknya ikut placement test, Tapi kalau cuma pernah belajar di SMP/SMA 3 tahun dan ga pernah dipakai conversation sehari-hari sebaiknya nggak usah pake tes langsung ambil kelas BASIC 1. 

5. PEMBAYARAN
Setelah mengisi semua data, voila! kita tinggal menunggu 2-3 hari sampai pihak Wenhua selesai memeriksa kelengkapan berkas kita dan kemudian kalau sudah beres, mereka akan mengirimkan detail biaya yang harus dibayarkan melalui kartu kredit. Detail ini akan dikirimkan by email.
Untuk biaya daftar pertama kali 300NT dan untuk biaya sekolah 1 semester (1 level dan 3 bulan) sebesar 22,000NT (early bird 1 bulan sebelumnya).

6. PEMBAYARAN BERHASIL
Nah, setelah berhasil, kita akan mendapat surat asli dari Wenhua yang dikirimkan langsung ke alamat rumah kita. Surat ini akan dibawa ke Kantor TETO di Wisma Artha Gading Jakarta untuk melengkapi berkasi aplikasi visa pelajar. Surat dari Wenhua akan sampai dalam waktu 7-10 hari, kemarin saya pilih pakai jasa pos yang lebih mahal dibanding reguler supaya lebih cepat sampai.

7. URUS VISA VISITOR SINGLE ENTRY
Setelah berkas dari wenhua siap, datanglah mengurus visa di TETO. yang diapply waktu itu adalah visa visitor untuk 2 bulan. berbeda dengan visa turis biasa yang hanya diberi waktu 30 hari.

8. VISA JADI!
Tanpa wawancara, visapun akhirnya selesai dalam waktu super singkat bahkan lebih singkat dari apply visa turis...hanya 3 hari saja dan adik saya sudah bisa terbang ke Taiwan mengunjungi saya yang sedang kesepian.

Selamat datang di Taiwan!

Friday, June 10, 2016

Taipei Dragon Boat Festival 2016


Yihuu senangnya di hari Kamis yang cerah saya bisa berkesempatan ke Festival Perahu Naga yang sangat heboh karena sampai dikasih tanggal merah segala... ga tanggung-tanggung, 2 hari libur sekaligus, hari kamis dan Jumat, jadilah semua orang di Taiwan mempersiapkan long weekend ini dengan sangat gembira. Termasuk saya! :)

Sayapun memanfaatkan waktu dengan menuju Luzhou MRT Station (jalur kuning MRT Taipei) tempat pelaksanaan festival Dragon Boat yang katanya dimulai dari jam 6 pagi sampai jam 3 sore kemudian dilanjutkan dengan kompetisi perahu naga di Dazhi (jalur merah MRT Taipei) dari jam 4-6 sore. Karena saya sudah tidak sabar, saya segera meluncur jam 8 pagi ke daerah Luzhou.

Sesampainya di Luzhou yang memang di ujung jalur kuning MRT ini, saya segera menuju exit 3 dan kemudian kejutaaaaaaan...di sebelah kanan exit 3 sudah ada pos atau halte bus dadakan yang akan mengantar turis maupun peserta menuju lokasi kompetisi dragon boat yang tepatnya beradda di sebuah sungai sekitar 1,5 km dari MRT Station...Kalau jalan kaki sih bisa juga tapi karena sudah disediakan free bus yang convenient dan adem, sebaiknya manfaatkanlah bus ini! hihihi... Terus terang memang cuaca hari ini super panas dan super bikin kulit gosong... huff..sia-sia perawatan pemutihan tubuh 1 tahun oleh festival ini! :p


Yeay, di sinilah tempatnya...dengan bus hanya meghabiskan waktu 10 menit dan sampailah di bawah fly over..disambut dengan gapura depan yang besar... di sampng kanan sudah ada beberapa stand seperti di night market yang menjual beberapa hiburan/permainan serta makanan kecil seperti satu cumi, dan beberapa minuman dingin...





 
Kompetisi ini diikuti oleh segala usia, sepertinya untuk kloter pagi, banyak didominasi oleh mahasiswa dari berbagai universitas dan ada beberapa universitas yang mengirimkan grup foreigner... mereka menggunakan seragam dengan warna yang sama lengkap dengan  dayungya masing-masing. Mereka tak lupa pula meneriakkan yel-yel atau teriakan semangat sehingga acara menjadi lebih hidup. Setiap satu kali kompetisi diikuti oleh 3 peserta dengan 3 perahu yang bentuknya sama. Setiap tim pasti ada 1 orang di bagian depan perahu yang bertugas untuk menabuh gendang supaya ganteng kali ya...eaaaaa...bukan itu...tabuhan gendang ini untuk memberi tempo mendayung karena sisi kanan dan kiri didayung oleh orang yang berbeda sehingga dayungannya harus seimbang dan ada 1 orang yang memegang peranan sangat penting yaitu penjaga keseimbangan di bagian belakang. biasanya 1 orang ini tidak duduk melainkan berdiri siap siaga melakukan manuver belok membelok perahu. 






   
Dengar-dengar ada sebuah peraturan bahwa jika perahu jatuh maka tim tersebut dianggap gugur dan tidak boleh mendapat hadiah. Semua tim yang menang maupun kalah akan mendapat hadiah berupa uang dari pemerintah Taiwan... Woowww...menarik sekali pak! Di arena ini selain disediakan tenda-tenda makanan juga ada panggung acara dan beberapa tim pengisi acara yang berpakaian heboh sesuai tema, misalnya pria-pria berotot yang menggunakan gaun wanita, dan tim bajak laut yang menggunakan kostum pisang. KOSTUM PISANG?? Hahahah...saya juga ga ngerti...


Setelah puas menonton, sayapun segera menuju lokasi halte free bus dan menuju MRT Luzhou kembali...sudah cukup berpanas-panasan hari ini... Senang rasanya bisa menyaksikan secara langsung festival keren tahunan ini. Semoga lain waktu ada kesempatan kembali :)

Jadi Raksasa Sehari di Museum Miniatur Taiwan

Sudah tahu belum kalau di Taipei ada Museum Miniatur (Miniatures Museum of Taiwan/MMOT) yang super keren? Saya mencoba mengulas museum ini khusus buat pembaca blog saya. Bagaimana ya rasanya jadi raksasa sehari di Taiwan?




Miniatures Museum of Taiwan (Dalam Bahasa Mandarin: 袖珍博物館Xiùzhēn Bówùguǎn) ini tidak seperti museum kebanyakan yang berada di sebuah gedung sendiri. Museum ini ‘numpang’ di dalam gedung perkantoran di daerah Zhongshan di Taipei, jadi tidak banyak orang yang tahu tentang keberadaannya, namun jangan khawatir karena ternyata untuk mencapai tempat ini cukup mudah. Kita bisa naik MRT menuju stasiun Songjiang Nanjing kemudian berjalan kaki sebentar selama kurang leibh 10 menit. Tadaa…sampailah di Museum Miniatur. Waktu operasionalnya dari jam 10.00-18.00 sore setiap hari Selasa-Minggu, dan tutup di hari Senin. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi 02-25150583. Harga tiket masuk untuk dewasa 180NT dan untuk pelajar 150NT. Memang cukup mahal, tapi buat pecinta seni pasti senang  sekali bisa melihat keajaiban tangan manusia dalam bentuk koleksi miniature kontemporer di dalam museum ini.
Seni miniatur pertama kali berasal dari abad ke-16 Jerman Aristokrat dan berkembang di wilayah Eropa dan Amerika Utara. Kurang lebih 200 koleksi miniatur arsitektur dan interior berkelas internasional dengan ukuran 1/12 kali lebih kecil dari ukuran aslinya dipamerkan di dalam museum ini. Kita bisa melihat berbagai macam imajinasi masa kecil dan dongeng-dongeng populer yang diwujudkan dalam bentuk miniature atraktif yang tidak hanya berupa bentuk 3 dimensi namun juga dengan suara dan lampu. Wah terasa sangat hidup. Saya sampai rela mengulang masuk dua kali demi memperhatikan satu-satu koleksi yang cukup bikin mata melotot terus ini, hihihi…
Di toko souvenir museum, kita bisa membawa pulang beberapa miniature dalam bentuk yang lebih sederhana dan lebih kecil. Di sini dijual beberapa miniature satuan yang bisa kita koleksi dan rakit sendiri di rumah. Benar-benar tempat yang menarik bagi pecinta seni dan kerajinan tangan karena semua miniature ini adalah hasil karya tangan yang sangat detail dan telaten. Hmmm… Ada yang mau menemani saya datang lagi ke Museum Miniatur ini?

Alamat MMOT:

Zhongshan Dist.,Taipei CityB1, No. 96, Sec. 1, Jianguo N. Rd., Zhongshan District, Taipei 104



Mencari Panda Tak Perlu Jauh-jauh ke Cina

Kali ini saya berkesempatan bermain di ‘Bonbin’ atau Kebun binatang Taipei Zoo yang terkenal luas. Wah, seperti apa ya kebun binatang kebanggaan Taiwan ini? Saya datang sendiri untuk membuktikan betapa besar dan banyaknya koleksi binatang di sini. Walaupun panas menghadang, pokoknya saya tetap semangat mencari panda si hewan  unik pemakan bambu ini! Yuk ikutin kisahnya!



Kebun binatang umum Taipei Zoo (dalam Bahasa Mandarin:臺北市立動物 Táiběi Shìlì Dòngwùyuán) atau disebut juga Muzha Zoo (木柵動物園) ini terletak di Kabupaten Wenshan, Taipei, Taiwan. Merupakan kebun binatang paling terkenal di Taiwan yang mengutamakan konservasi, penelitian, pendidikan dan rekreasi. Juga merupakan kebun binatang terbesar di Asia. Kita bisa menuju kebun binatang ini dengan menaiki MRT Wenshan-Wenhu Line berwarna cokelat sampai ke stasiun paling terakhir, Taipei Zoo Station. Sekeluarnya dari stasiun MRT, ternyata kebun binatang tepat berada di sebelah kita, hore. Dekat juga dari stasiun, hanya perlu berjalan kaki beberapa langkah. Jam operasi Taipei Zoo cukup panjang dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore dan perlu diingat, jam 4 sore sudah tidak bisa masuk ke dalam ‘bonbin’, jadi datang lebih awal ya.
Harga tiket masuk untuk dewasa di atas 18 tahun adalah 60NT, sedangkan untuk pelajar bisa mendapat diskon dengan hanya membayar 30NT. Kita bisa membayar dengan menggunakan Yoyo Card jadi lebih praktis. Untuk keluarga yang membutuhkan kereta bayi atau kereta dorong bisa menyewa di sini seharga 50NT dengan deposit yang sudah ditentukan.  
Begitu masuk kita bisa menggunakan peta yang diberikan secara gratis. Saking luasnya, jangan lupa sarapan dulu ya sebelum bermain di sini. Tapi buat yang belum sempat sarapan, jangan khawatir, kalian bisa sarapan di dalam Taipei Zoo karena banyak kedai makanan dan minuman yang tersebar di penjuru kebun binatang. Saya sengaja segera menuju lokasi panda dan koala yang berada di tengah kebun binatang, sehingga harus berjalan melewati banyak koleksi hewan terlebih dahulu.
Asyiknya, di kebun binatang ini kita tidak melulu disuguhi tontonan hewan yang berlalu lalang di dalam kandang, malah kita juga bisa menyentuh langsung beberapa binatang yang dibiarkan di alam bebas seperti ayam, burung, dan kelinci. Bahkan saya sempat lari-lari karena dikejar beberapa ayam saking manisnya, hehe…
Buat yang mau menambah ilmu tentang kehidupan hewan. Ada juga area pendidikan dimana kita bisa mempelajari koleksi hewan seperti serangga di dalam museum serangga. Oiya, saya senang sekali bisa masuk ke area kupu-kupu karena di area ini banyak kupu-kupu berwarna-warni terbang bebas di sekeliling kita.
Ada 3 binatang yang menarik perhatian saya di sini, apalagi kalau bukan panda, koala dan penguin. Tadinya saya tidak percaya kalau ada koleksi penguin di sini, ternyata memang ada dan sangat banyak. Wow… Area penguin ini dirancang sedemikian rupa sehingga kita terasa seperti berada di gunung es. Seru deh.
Kita juga bisa berfoto gratis dengan koala yang ada di kebun binatang ini tapi sayang sekali koalanya hanya boneka alias bukan binatang aslinya, hehe.. tapi bonekannya terlihat seperti koala beneran loh. Boleh deh selfie-selfie sebentar. 
saya juga ikut mengantri untuk melihat panda dari dekat. Ternyata semua orang juga dengan sabar berbaris satu persatu bergantian untuk menyaksikan si panda makan bambu dengan lahapnya. Setelah selesai mengambil foto si panda yang lucu, saya mencoba masuk ke toko souvenir yang ada di tampat ini. Wah, souvenir kebun binatang ini juga lucu-lucu loh, saya sempat tergoda membeli boneka panda yang super imut.
Saya berkeliling selama 3 jam dan itupun belum selesai melihat semuanya. Benar-benar luas sekali kebun binatang ini. Karena kecapekan, saya mencoba naik kereta berwarna merah yang ada di samping tempat koala untuk mengitari kebun binatang selama 10 menit dengan membayar 20NT. Lumayan bisa beristirahat sebentar.
Kita juga bisa menaiki Maokong Gondola dari Taipei Zoo menuju Maokong untuk berekreasi dengan minum teh sore-sore di sana. Wah nikmat sekali ya. Maokong Gondola ini beroperasi mulai dari jam 9.00-16.00 sore. Jadi jangan terlalu sore ya. Buat yang ingin berjalan-jalan di luar Taipei Zoo, bisa mencoba menuju Zoo Mall, Taipei Children’s Recreation Center, Wenshan Park atau ke Riverside Park. Tertarik ke Taipei Zoo?

*Tulisan ini pernah dimuat di Majalah INTAI (Indonesia-taiwan) Edisi Juni 2016 (115)