Saturday, December 31, 2016

10 Alasan Kenapa Jerman

Pasti kalian sering mendengar bahwa banyak orang Indonesia yang melanjutkan sekolah ke Jerman (S1, S2 atau bahkan S3). Apa yang membuat Jerman begitu populer di kalangan pencari ilmu? Berikut ini 10 alasan melanjutkan studi di Jerman versi saya sendiri. Semoga bisa memberi sedikit pencerahan bagi yang masih galau :)

1. Murah dan Super Murah
Alasan utama sebagian besar mahasiswa Internasional Jerman pasti karena biaya semester kuliah yang hampir gratis. Universitas negeri Jerman memberikan gratis biaya kuliah namun mahasiswa tetap wajib membayar uang semester ticket/transportasi dan administrasi yang nilainya bervariasi...berkisar 60-300an Euro persemester. Kalau dirupiahkan sekitar 900.000 Rupiah per 6 bulan untuk kualitas pendidikan luar negeri. Betapa murahnya! Perlu diingat bahwa uang ini tidak hilang melainkan diganti dalam bentuk tiket transportasi gratis selama 1 semester sehingga kita (para mahasiswa) bisa bepergian sesuai daerah yang ditentukan tanpa harus membayar sama sekali! Emejing!

Pentingkah semester ticket? Bagi yang tahu harga sekali jalan kereta di Jerman, pasti tahu betapa pentingya semester ticket ini. Mengenai tiket sakti ini akan saya bahas di post lain.

2. Biaya Hidup Terjangkau
Benar sekali biaya hidup di Eropa mahal, terutama di Eropa bagian Utara dan Barat. Namun berita baiknya, di Jerman, biaya hidup termasuk terjangkau apabila dibandingkan dengan negara Eropa lainnya, Siapkan 450-650 Euro sebulan untuk keperluan sehari-hari selama 1 bulan di Jerman dan kita sudah bisa kuliah dengan tentram. Info detail mengenai biaya hidup saya bahas di sini.

3. Sistem Ekonomi yang Stabil
Jerman, Perancis dan Italia adalah pemimpin ekonomi di Eropa dan Jerman sendiri adalah negara dengan ekonomi terkuat nomor 4 di dunia. Di kala krisis Eropa melanda, Jerman adalah salah satu penyelamat finansial di Uni Eropa, terutama ketika Yunani dinyatakan bangkrut. Kedisiplinan kebijakan perbankan dan ya, mungkin juga karena jumlah pelajar internasionalnya banyak, Jerman punya cukup cadangan sumber finansial untuk menghidupi negaranya sehingga krisis tidak menggoyahkan sistem ekonominya. Artinya, kondisi keuangan dan kemanan negara relatif aman. Yeiy...

4. Foreigner Friendly

Karena Jerman membuka pintu bagi mahasiswa asing bahkan para pengungsi, kita mendapat kemudahan untuk mendaftar sekolah, kuliah, belajar Bahasa Jerman, mencari tempat tinggal dan apapun yang berhubungan dengan administrasi pendatang di negara ini. Walaupun penduduk lokalnya tidak bisa berbahasa Inggris, mereka cukup ramah dan sopan terhadap para pendatang. Sebagai timbal balik dari poin nomor 3  juga, bisa saya simpulkan bahwa negara Jerman cukup aman untuk para pendatang yang belum tahu apa-apa mengenai kehidupan di sini. Apalagi bagi para perempuan, kita bisa dengan tenang melakukan aktifitas tanpa khawatir akan tindak kriminalitas. Tentunya dengan sikap yang bijaksana pula.

5. Penggunaan Bahasa yang Tersebar Luas
Di Eropa, bahasa Jerman merupakan bahasa ibu bagi 100 juta orang, tidak hanya di Jerman, tetapi juga di Austria, Swiss, Luxemburg dan Liechtenstein. Hal ini menempatkan bahasa Jerman sebagai bahasa terbanyak yang dipakai di Eropa dan merupakan salah satu dari 10 bahasa paling umum dipakai di dunia. Kekuatan ekonomi, reputasi Jerman sebagai negara pengekspor utama di dunia. dan banyaknya literatur (pengetahuan dan sastra) dalam Bahasa Jerman memberikan keuntungan tersendiri bagi para pencari ilmu di dunia. 


6. Sistem Pendidikan Berkualitas 
Berita baiknya, di Jerman tidak ada sistem akreditasi, artinya semua universitas dipandang sama dan sederajat. Bagi para perusahaan yang mencari tenaga kerja, mereka tidak mementingkan dari universitas mana kita berasal, Yang penting nilai kuliah kita bagus dan tidak bermasalah di kampus.
Tapi perlu diingat ada 2 sistem pendidikan tinggi di Jerman: Universitas (university) dan Sekolah Tinggi (Hochschule). Info lebih lengkap akan dibahas lain waktu.

7. Persyaratan Bahasa Inggris yang Mudah
Kalau Belanda rata-rata mengharuskan kita mengantongi nilai IELTS 6.5 dan minimal 6 di masing-masing bidang, Jerman hanya meminta minimal 5.5 saja tanpa minimal skor di tiap bidang. Jauh lebih mudah bukan?

8. Negara yang Cantik 
Siapa yang tidak tahu kalau Eropa punya karakter kota yang antik dan berbeda jauh dengan Asia? Apalagi setelah kalian mencoba tinggal di rumah-rumah Jerman, suasananya sangat berbeda dengan di negara kita (pastinya). Secara tekonologi pun, pemilihan lantai, pintu, jendela dan tampak luar bangunan di sini terasa lebih stylish dan modern. Benar-benar pengalaman baru yang menarik.

9. Ladang Kerja Impian
Bagi para lulusan Universitas Jerman, pemerintah Jerman memberikan kesempatan untuk mencari kerja setelah lulus selama 1 tahun. Cukup panjang bagi kita untuk mencari peruntungan. Kabar serunya lagi, bekerja di Jerman wajbnya hanya 39 jam per minggu atau tidak sampai 8 jam sehari, kelebihan jam kerja akan diganti dengan uang lembur, daaaan...cuti bersama diberikan 30 hari! WOW....coba bandingkan dengan di Indonesia yang hanya 12 hari atau di Taiwan yang hanya 7 hari. 30 hari sih sesuatu banget. Pajak kerjanya memang terdengar menyakitkan, 40% dari penghasilan, namun setelah pensiun, kehidupan kita dijamin dengan pajak yang sudah kita bayarkan di usia produktif. Bisa saya katakan, bekerja di Jerman sangatlah sesuai dengan kualitas hidup yang didapatkan.

10. The Power of Insurance
Setiap bulan kita wajib membayar asuransi yang nilainya tidak murah, tapi dengan cicilan rutin ini, kesehatan penduduk Jerman dijamin sehingga kita tidak perlu khawatir mengeluarkan uang untuk biaya pengobatan. Asuransi kesehatan Jerman yang powerful memberikan kemanan tambahan bagi kita yang bersekolah/bekerja di sini. 


Sudah siap ke Jerman? Cek tahapan mendaftar sekolah di Jerman di sini.
Butuh beasiswa? cek di postingan berikut ini.

No comments: